Anggaran Terbatas, Pelanggan Harus Sabar Menunggu

Seputar-indonesia.com,14 Juni 2009

 

DUA pekan terakhir petinggi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dipusingkan oleh protes banyak kalangan.Dari LSM,anggota DPR, sampai masyarakat. Isi semua protes itu sama,menolak penerapan tarif solusi untuk Biaya Penyambungan (BP) listrik baru.

 Imbasnya, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar terpaksa harus berulang kali menjelaskan,kebijakan yang diambil PLN ini untuk menyikapi keterbatasan dana investasi untuk perluasan jaringan. Padahal,PLN menghadapi permintaan yang mendesak dari masyarakat untuk mendapatkan sambungan baru. BP solusi yang dikenakan PLN rata-rata Rp600.000.

Biaya sebesar itu sudah termasuk berbagai komponen yang dibutuhkan untuk menyambung listrik dari tiang listrik terdekat ke rumah-rumah pelanggan. Komponen tersebut antara lain meteran listrik, MCB, sampai kabel-kabel. Jika rumah calon pelanggan hanya berjarak satu-dua meter dari tiang,maka PLN hanya mengeluarkan biaya minimal.

Namun, untuk lokasi rumah calon pelanggan berjarak belasan atau bahkan puluhan kilometer dari tiang listrik terdekat, maka BUMN ini harus mengeluarkan dana untuk pemasangan tiang listrik baru atau bahkan gardu listrik. PLN menilai, hal itu jelas tak mungkin terpenuhi dari dana Rp270.000 dengan tarif BP lama, atau Rp600.000 dari BP solusi.

Artinya, PLN tetap harus mengeluarkan biaya dari koceknya sendiri untuk memberikan subsidi kepada pelanggan yang menginginkan sambungan listrik. Dirut PLN Fahmi Mochtar mengatakan, tarif BP solusi tersebut sebenarnya hanya bersifat sementara. Sebabnya, dalam setahun PLN harus melayani kebutuhan masyarakat untuk 1,3 juta sambungan baru dalam setahun atau sekitar 90.000 sambungan baru per wilayah distribusi.Penyambungan baru ini membutuhkan investasi yang cukup besar.

‘’Untuk kebutuhan 1,3 juta satuan sambungan baru, butuh investasi sebesar Rp3,5 triliun. Sementara dana yang tersedia hanya Rp1 triliun,”tegasnya. Karena itu, Fahmi menyebutkan, pihaknya mencarikan solusi jangka pendek bersifat sementara. “Ini adalah perjanjian business to business (B to B) antara PLN dan konsumen, dan bukan merupakan kewajiban.

Pelanggan yang tidak mau bisa disambung dengan anggaran PLN,namun disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” ujar Fahmi. Menurut Fahmi,pada dasarnya PLN tetap melayani penyambungan baru listrik dengan tarif standar sebagaimana yang diatur SK Menteri ESDM No. 2038.K/40/MEM-/2001.

‘’Tapi terus terang,anggaran kami terbatas,’’ katanya. Sumber dana lain untuk membiayai pemasangan sambungan listrik baru sebenarnya bisa diharapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) juga dari pinjaman.Namun,jelas butuh waktu cukup lama mendapatkan dana dari pemerintah tersebut. Sebabnya, proses usulan sampai pencairan pasti bolak-balik antara Panitia Anggaran DPR dan Departemen Keuangan.

Padahal, masyarakat yang membutuhkan sambungan listrik jelas tak bisa dan tak mau menunggu dalam waktu lama. Perhitungan kalangan pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) biaya penyambungan listrik baru yang ideal sekitar Rp1,5 juta sampai Rp3 juta.

Perhitungan serupa juga datang dari Ketua Umum Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Seluruh Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria. Menurut dia, BP yang realistis sekitar Rp700.000 sampai Rp800.000. Itu untuk penyambungan langsung dari tiang listrik ke rumah-rumah. Sebelumnya, DPR mengecam kebijakan tarif BP solusi untuk pemasangan sambungan baru tersebut.

Anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edi mengatakan, argumen PLN untuk menaikkan tarif pemasangan sambungan listrik baru karena kekurangan dana investasi sulit diterima.Sebab,kalau memang itu yang terjadi, manajemen perusahaan tersebut seharusnya melakukan konsultasi kepada pemerintah dan DPR. “Kalau mereka kekurangan dana untuk melakukan penyambungan listrik yang baru, mereka bisa membicarakannya dengan pemerintah dan DPR. Kan bisa disiasati dengan APBN 2009 dan 2010,”tegasnya.

PLN akhirnya membatalkan pengenaan tarif BP solusi.Konsumen terpaksa harus menunggu lebih lama sampai perusahaan ini memiliki dana cukup untuk investasi pemasangan sambungan baru.(anton c)

Leave a Reply